Senin, 09 April 2012

Seni Lukis Zaman Mesolitik


BAB I
PENDAHULUAN

1.1         Latar belakang
Masa mesolitik adalah masa kedua dalam perkembangan manusia tentunya setelah masa paleolitik,masa ini juga disebut masa pasca plestosen. Kehidupan pada masa ini memang tidak terlalu berbeda jauh bila dibandingkan dengan masa paleoltik,tetapi pada masa ini manusia telah mengenal yang namanya unsur seni lukis, kepercayaan,api, dan mulai untuk bertempat tinggal tetap. Hal-hal itulah yang menjadi pembeda antara dua masa tersebut. Hali ini menunjukkan bahwa ada suatu kemajuan pola pikir dari manusia pada masa tersebut untuk mendapatkan suatu kenyamanan dan juga untuk menyalurkan, menyampaikan,ataupun mengekspresikan sesuatu yang ada pada dirinya,hal ini mungkin didorong dengan bertambahnya kebutuhan baik kebutuhan fisik maupun kebutuhan psikis. Contohnya saja seperti seni lukis dan kepercayaan, bagaimana manusia pada saat itu membutuhkan suatu sarana untuk menyampaikan apa yang ada dalam dirinya. Kemajuan-kemajuan pola pikir seperti inilah yang menjadi daya tarik dari masa ini karena memang dari kemajuan inilah terjadi suatu perubahan dalam gaya hidup. Kemajuan dari kemampuan-kemampuan tersebut mengalami suatu keterkaitan satu sama lain,contohnya saja kemampuan melukis, kemampuan ini didapat karena memang didukung oleh faktor tempat tinggal,dimana manusia pada saat itu sudah mulai bertempat tinggal tetap di dalam gua-gua sehingga ini dapat menjadi sarana mereka untuk mengekspresikan apa yang ingin mereka sampaikan dengan cara melukis pada dinding-dinding gua dimana mereka tinggal. Jadi bisa dikatakan kemajuan-kemajuan tadi didapat karena memang ada faktor-faktor yang mendukung.

BAB II
PEMBAHASAN

Di dalam jaman mesolitik,kehidupannya masih tidak terlalu berbeda jauh dengan kegidupan pada jaman paleolitik,tetapi pada jaman ini manusia mulai mengenal yang namanya seni,kepercayaan,api,dan mulai bertempat tinggal tetap. Pada kali ini kami akan membahas tentang unsur seni dan kehidupan spiritual pada masa Mesolitik khususnya di wilayah Indonesia. Hal pertama yang akan kami bahas adalah :
  1. Seni Lukis Pada Masa Mesolitik
Seni lukis ini merupakan salah satu unsur atau faktor yang menjadi pembeda antara jaman mesolitik dengan jaman paleolitik. Seni lukis sendiri merupakan suatu kemampuan manusia pada jaman itu untuk mengekspresikan daya pikir ataupun sesuatu hal yang ada pada diri mereka. Hal ini memang didukung dengan faktor tempat tinggal,karena manusia pada saat itu sudah mulai untuk bertempat tinggal sehingga dapat menjadi sarana untuk mereka mengaspresiasikan apa yang dalam diri dengan cara melukis pada dinding-dinding gua dimana mereka tinggal. Seni lukis pada jaman itu bisa dibilang masih sederhana,karena lukisan yang dibuat hanya terbatas pada sesuatu hal yang dapat mereka lihat saja dan biasanya ini suatu pengalaman,perjuangan,dan harapan hidup,seperti cap-cap tangan,lukisan babi-rusa,binatang dan hal-hal yang lain, Biasanya dalam lukisan ini berwarna merah,hitam,dan putih. Lukisan-lukisan pada jaman ini dapat diartikan suatu gambaran tentang kehidupan social ekonomi dan kepercayaan masyarakat pada jaman itu.
            Di Indonesia sendiri penemuan tentang lukisan-lukisan pada dinding-dinding gua banyak sekali dan tersebar diberbagai daerah,daerah-daerah tersebut adalah sebagai berikut :
1.      Sulawesi Selatan
Di daerah Sulawesi Selatan sendiri ada beberapa tempat penemuan lukisan-lukisan di dinding gua,yakni di gua Leang Pattae. Di gua ini ditemukan cap-cap telapak tangan dengan latar belakang warna berwarna merah,lukisan telapak tangan ini diduga adalah telapak tangan kiri wanita. Cara pembuatan cap-cap tangan ini adalah dengan cara merentangkan jari-jari tangan dan ditempelkan pada dinding gua lalu ditaburi atau disiram dengan cat merah. Di dalam gua tersebut juga ditemukan lukisan babi-rusa,lebih tepatnya lukisan babi-rusa yang melompat dengan panah di jantungnya dan dilukis dengan garis-garis berwarna merah. Kemungkinan maksud dari ini adalah suatu harapan supaya dalam berburu di dalam hutan nanti mereka berhasil mendapatkan tangkapan. Bukan hanya di Gua Leang,di Gua-gua lainnya juga ditemukan lukisan-lukisan pada dinding-dinding gua,yakni di gua Burung,lukisan-lukisan di gua ini diperkirakan adalah cap-cap tangan  dan diperkirakan adalah cap telapak kiri semua. Selaiin itu ada ada juga penemuan di gua Jarie,di gua ini ditemukan lukisan-lukisan atau cap-cap telapak tangan sebanyak 29 buah,diantara cap-cap telapak tangan itu ada cap tangan yang tidak memiliki ibu jari dan ada pula yang hanya memiliki tiga jari. Selain di daerah Sulawesi Selatan ada juga penemuan di daerah Sulawesi Tenggara yakni di pulau Muna. Penemuan di pulau ini berbeda dengan penemuan di daerah Sulawesi Selatan,perbedaannya adalah di pulau ini tidak ditemukan cap-cap telapak tangan dan yang ditemukan adalah seperti lukisan manusia dalam berbagai sikap,seperti saat menaiki kuda,memegang tombak,menari, dan berkelahi. Ada juga penemuan lukisan-lukisan binatang seperti kuda, anjing, rusa, buaya, kadal dan lukisan matahari dan lukisan perahu yang dinaiki orang.
2.      Maluku
Di Maluku sendiri banyak sekali ditemukan lukisan-lukisan pada dinding gua ataupun karang,disinipun penemuannya tidak dalam satu daerah,tetapi terpisah atau berbeda-beda. Contohnya saja di pulau Seram,yaitu disepanjang teluk sleman.Di pulau seram sendiri terdiri 2 kelompok yaitu kelompok yang pertama,yakni kelompok lukisan yang berwarna merah biasanya lukisan ini sudah rusak dan kelompok yang kedua adalah kelompok dengan warna lukisannya putih yag keadaannya masih baik. Hal ini dapat diartikan lukisan yang berwarna merah adalah yang paling tua dibanding dengan lukisan yang berwarna putih. Lukisan-lukisan tadi ditemukan dalam bentuk-bentk bermacam-macam seperti cap-cap tangan, lukisan manusia dengan perisai,manusia dalam posisi jongkok sambil mengangkat tangan dan lukisan kadal, warna lukisan-lukisan tadi adalah merah. Ada lagi lukisan yang berwarna putih yakni lukisan burung dan perahu.  Selain itu di bagian barat daya pulau Seram,tepatnya di atas sungai Toala yakni pada dinding karang diatasnya juga ditemukan lukisan-lukisan yang hanya berupa goresan-goresan sederhana yang jumlahnya mencapai 100 lukisan,di samping itu juga ditemukan lukisan-lukisan manusia,rusa,burung,perahu,mata,dan lambang matahari. Selain di pulau Seram ada juga penemuan di daerah Maluku,yakni di kepulauan Kei tepatnya disalah satu pulau kecil. Dipulau ini ditemukan lukisan-lukisan pada dinding karang yang berada diatas permukaan laut. Lukisan-lukisan yang ditemukan disini antara lain cap-cap tangan dengan latar belakang berwarna merah,topeng, manusia dengan persiai,manusia dengan posisi jongkok yang tungkainya terbuka lebar dan juga tangannya terangkat, manusia dalam perahu,orang-orang menari dan berkelahi, lambang matahari, dan burung.  Lukisan yang ditemuan disini mungkin memiliki maksud mistik atau kepercayaan.
3.      Irian Jaya
Di Irian Jaya tempat penemuannya pun sangat banyak dan tersebar diberbagai tempat,seperti di daerah pantai selatan teluk berau (Teluk Mac Cluer), di pulau Arguni ( gua Dudumunir), di pulau-pulau Ogar. Di daerah-daerah tadi lukisannya ditemukan pada dinding gua dan dinding karang. Lukisan yang ditemukan di daerah ini hampir sama dengan yang ditemukan di kepulauan Kei. Penemuan lukisan yang ada pada daerah irian jaya bagian selatan antara lain cap-cap telapak tangan dan kaki, perahu, binatang melata seperti kadal,dan juga pola-pola gambar ikan. Lukisan itu juga memiliki mitos atau cerita sperti dikatakan bahwa lukisan itu (cap tangan dan kaki) dibentuk oleh nenekmoyang mereka yang buta yang pada saat jalan memasuki gua harus berpegangan atau meraba-raba pada dinding gua,sehingga terbentuk cap-cap seperti itu. Lain halnya dengan penemuan yang ada di Irian Jaya bagian utara seperti disekitar teluk Saireri dan di danau Sentani. Lukisan-lukisan yang ditemukan disini lebih bersifat abstrak, seperti lingkaran-lingkaran spiral, dan garis-garis melengkung. Penemuan-penemuan di daerah Irian jaya ini memiliki beberapa gaya lukisan seperti gaya melukis Tabulettin,mangga,Argun dan yang terakhir Ota1, dan gaya Ota2 dan gaya Sosora.
  1. Kehidupan Spiritual
Kehidupan spiritual adalah kepercayaan yang dianut manusia tertentu dan biasanya pada daerah tertentu dan hal ini baru muncul pada masa mesolitik. Kepercayaan yang dimaksud disini adalah kepercayaan terhadap benda-benda ataupun lukisan. Sehingga antara kehidupan spiritual dan unsur seni lukis sangatlah berkaitan,tetapi mungkin tidak semua lukisan mengandung maksud magis atau religi hanya beberapa saja yang mengandung unsur magis. Lukisan-lukisan yang ditemukan di Irian Jaya ini dianggap memiliki suatu hubungan dengan upacara-upacara penghormatan terhadap nenekmoyang, upacara untuk memperingati kejadian-kejadian penting,ada pula untuk keperluan perdukunan seperti meminta hujan, dan kesuburan. Contoh-contoh anggapan ataupun tujuan dari lukisan-lukisan yang ditemukan di daerah Irian Jaya antara lain:
1.      Cap telapak tangan dengan warna latar belakang merah kemungkinan adalah suatu kekuatan atau suatu symbol kekuatan pelindung untuk mencegah roh jahat. Sedangkan telpak tangan yang jarinya tidak lengkap adalah suatu tanda adat saat berkabung.
2.      Lukisan kadal ataupun binatang melata adalah suatu lambang kekuatan magis,yang mereka anggap suatu penjelmaan dari roh nenekmoyang ataupun roh kepala suku.
3.      Lukisan orang dengan perisai kemungkinan merupakan suatu hal yang dianggap memiliki sumber kekuatan magis dan dianggap sjuga sebagai penolak segala kekuatan jahat. Dan lukisan orang yang sedang menari kemungkinan adalah kegiatan yang berhubungan dengan tujuan-tujuan upacara.
4.      Lukisan perahu kemungkinan dianggap sebagai perahu untuk roh-roh nenekmoyang mereka dalam perjalanan menuju kealam baka.
Selain itu bukti lain dari kehidupan spiritual di masa ini adalah adanya upacara penguburan. Bukti ini ditemukan di Gua Lawa (di daerah Sampung), di bukit kerang di Sumatera Utaradi dan di Gua Sodong,hal ini didukung oleh penemuan mayat yang ditaburi butir-butir cat merah karena ini kemungkinan bekas dari upacara penguburan yang memiliki maksud untuk memberikan suatu kehidupan baru di alam baka.




BAB III
PENUTUP

3.1     Kesimpulan
Dari Pembahasan diatas penulis dapat mengambil tiga kesimpulan diantaranya sebagai berikut :
1.             Seni lukis dan kepercayaan sendiri ternyata baru ada pada masa mesolitik dan ini yang menjadi pembeda antara masa mesolitik dengan masa paleolitik.
2.             Lukisan-lukisan yang ditemukan pada dinding-dinding gua ataupun pada dinding karang yang merupakan peninggalan masa mesolitik adalah suatu gambaran tentang kehidupan pada jaman itu.
3.             Lukisan-lukisan yang ditemukan ternyata memiliki maksud atau tujuan tertentu sesuai dengan bentuk lukisan.

3.2         Saran
Saran yang dapat penulis berikan yaitu sebagai berikut :
1.             Kepada pemerintah untuk lebih menghargai dan menjaga peninggalan-peninggalan tentang kehidupan pada masa-masa prasejarah karena hal ini akan membantu juga dalam perkembangan pendidikan.
2.             Kepada masyarakat untuk ikut menjaga peninggalan-peninggalan bersejarah, baik peninggalan-peninggalan masa prasejarah ataupun peninggalan-peninggalan dari maa-masa yang lain, sehingga hal ini akan membantu dalam bidang pendidikan ataupun pemerintah dalam mencari dan memahami tentang peninggalan-peninggalan masa lalu.
 

DAFTAR PUSTAKA

Poesponegoro,Marwati Djoened dan Notosusanto,Nugroho.1984.Sejarah Nasional Indonesia 1.Jakarta : Balai Pustaka

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar